Terjalin
barisan duka
Tertutup
tangis penoreh luka
Sebagai
pengiring malapetaka
Dimalam perih
tanpa pusaka
Malam kian
angkuh dalam gelap
Binatang malam
pelan berendap
Sekeliling
badan tak bertanggap
Segalapun hanya
tergagap
Rintih gerimis
dibalik hitam tirai
Penyesalan
tercecer terburai
Satu persatu
permata terurai
Badan itu
masih sedingin samurai
Fajar masih
berselimut pilu
Tak henyak dari
masa lalu
Puing-puing
hatipun semakin ngilu
Saat keranda
itu berlalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar