Laman

Jumat, 28 Oktober 2011

Syair


SYAIR DUKA

Terjalin barisan duka
Tertutup tangis penoreh luka
Sebagai pengiring malapetaka
Dimalam perih tanpa pusaka


Malam kian angkuh dalam gelap
Binatang malam pelan berendap
Sekeliling badan tak bertanggap
Segalapun hanya tergagap

Rintih gerimis dibalik hitam  tirai
Penyesalan tercecer terburai
Satu persatu permata terurai
Badan itu masih sedingin samurai

Fajar masih berselimut pilu
Tak henyak dari masa lalu
Puing-puing hatipun semakin ngilu
Saat keranda itu berlalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar