Suatu kisah ketika seorang manusia mencintai manusia lainnya. Tak terpungkiri bahwa hanya balasan yang dapat membuatnya lebih bahagia. Sebuah petanyaan yang pasti adalah apakah dia mencintaimu ataukah mengabaikanmu. Klise memang, tapi inilah yang sering menyiksa batin para pemuda.
Semestinya, cinta itu akan membuat pemiliknya bahagia. Tak hayal begitu banyak orang berlomba meraihnya. Pemuda? Bukan... tak hanya itu, semua usia bahkan merasakan dan ikut andil dalam perlombaan itu. Bohong jika manusia tak membutuhkan cinta. Karena cintalah yang dapat menjadikannya bertahan hidup. Meskipun segelintir orang membuatnya sangat remeh bahwa cinta hanya membawa petaka dan menyiksa diri dan batinnya.
Bukan cinta yang membuatnya sengsara, tapi egonya dan dirinya sendirilah yang membuatnya begitu sulit merasa bahagia karena cinta. Terkadang manusia itu sendiri yang memaksakan diri bahwa cintanya harus berbalas. Apa yang akan membuat orang lain mengubah hatinya untuk memilih kita? Perlu kita ingat, tak seorangpun dapat mengubah hati orang lain. Karena sesungguhnya seluruh kendali hati berada pada genggaman Illahi.
Begitu banyak ungkapan bahwa cinta membuat orang sengsara, tersiksa, bahkan terluka. Mereka katakan bahwa orang yang dahulu membalas cintanya, berbalik menghianati. Apa daya? Siapa yang hendak kau salahkan? Allah telah menghendaki terjadi. Jika memang orang itu sengaja berbuat jahat padamu untuk mempermainkan cintamu, apakah Allah tinggal diam? Atau mungkin rasa sakit itu memang disebabkan oleh ulah kita sendiri yang mengambil jalan yang salah dalam meraih cinta.
Sekali lagi, cinta tak pernah salah, dia hadir membawa bahagia. Kesengsaraan hanyalah jalan yang dilewatinya, bukan inti dari cinta itu sendiri. Mengerti diri, pengharapan dan tempat bergantung itu bukan untuk orang lain, bukan untuk manusia. Namun pada Allah lah hendaknya kita berharap.
Cinta itu mengalir, bukan untuk dipaksakan. Meski sulit untuk dimengerti, tapi itulah yang terjadi. Ku yakin tak semua orang menerima ini. Namun, seandainya cinta dipersalahkan itu karena manusia berada pada kehampaan cinta. Cinta tak berada dalam hatinya, karena cinta telah berubah menjadi sebuah kebencian yang menggoreskan luka.
Inilah kisah antara cinta dan kehampaan. Semua karena pengharapan yang tak semestinya. Meskipun disekeliling cinta tak selamanya bahagia, tapi itulah warna kehidupan yang akan membuat manusia semakin dewasa. Berharap akan lebih dekat pada Tuhannya. Buatlah diri kita bahagia, damai penuh rasa cinta. Semoga kita kelak mendapatkan cinta yang seutuhnya. Aamiin... Allahumma Aamiin...
Begitu banyak ungkapan bahwa cinta membuat orang sengsara, tersiksa, bahkan terluka. Mereka katakan bahwa orang yang dahulu membalas cintanya, berbalik menghianati. Apa daya? Siapa yang hendak kau salahkan? Allah telah menghendaki terjadi. Jika memang orang itu sengaja berbuat jahat padamu untuk mempermainkan cintamu, apakah Allah tinggal diam? Atau mungkin rasa sakit itu memang disebabkan oleh ulah kita sendiri yang mengambil jalan yang salah dalam meraih cinta.
Sekali lagi, cinta tak pernah salah, dia hadir membawa bahagia. Kesengsaraan hanyalah jalan yang dilewatinya, bukan inti dari cinta itu sendiri. Mengerti diri, pengharapan dan tempat bergantung itu bukan untuk orang lain, bukan untuk manusia. Namun pada Allah lah hendaknya kita berharap.
Cinta itu mengalir, bukan untuk dipaksakan. Meski sulit untuk dimengerti, tapi itulah yang terjadi. Ku yakin tak semua orang menerima ini. Namun, seandainya cinta dipersalahkan itu karena manusia berada pada kehampaan cinta. Cinta tak berada dalam hatinya, karena cinta telah berubah menjadi sebuah kebencian yang menggoreskan luka.
Inilah kisah antara cinta dan kehampaan. Semua karena pengharapan yang tak semestinya. Meskipun disekeliling cinta tak selamanya bahagia, tapi itulah warna kehidupan yang akan membuat manusia semakin dewasa. Berharap akan lebih dekat pada Tuhannya. Buatlah diri kita bahagia, damai penuh rasa cinta. Semoga kita kelak mendapatkan cinta yang seutuhnya. Aamiin... Allahumma Aamiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar